6. Puncak Kesedihan
Dalam sakit yang menghunus ke jantungku.
Aku berlari.
Meninggalkan kamu dengan nya.
Berat rasanya mengikhlaskan harapan yang ku panjatkan dalam doa doa.
Mengingat betapa besar dosaku membunuh jabang bayiku.
Menuruti kemauan mu.
Demi menjaga nama baik keluarga.
Aku berfikir selama ini kamu melampiaskan kekesalanmu kepada ku.
Wanita-wanita itu hanyalah pembuktian keraguan mu terhadapku.
Kamu menyimpannya, seolah menjadi tiketmu untuk pergi.
Kamu menamparku.
Atas dosa dosa cintaku sebelum kamu.
Seburuk apalagi kamu akan menghukumku?
Apa kau tau apa yang benar benar kurasakan sekarang?
Aku mati rasa.
Aku hanya ingin bersamamu.
Meski perasaan ku terus membunuhku.
Ku biarkan diriku jatuh dalam cinta.
Mengaburkan kejahatanmu.

Komentar
Posting Komentar