2. Badai

 



*Hantaman Kedua*


Tak mau berlarut-larut dalam situasi yang tak nyaman. Meski jemari ku masih bergetar hebat,  kutekan cepat nomor dengan urutan paling atas yang baru saja kuhubungi. 


Tersambung.


Satu demi satu pertanyaan dengan tanda tanya besar mulai terkuak. 


Muncul lubang besar dihatiku. 


Seperti di pukul pasak yang ujungnya  runcing. Kemudian di cabut paksa hingga lubang tersebut menganga lalu kemudian berdenyut terasa sangat menyesakkan.


Lantas apa selama ini? 


Aku mulai meragukan konsistensi hubungan ini.


Meragukan siapa aku.


Ide - ide gila dan tak masuk akal merasuki secara paksa. 


Masih juga hatiku bebal rupanya. 


Ternyata tak ada yang menjamin bahwa jatuh cinta bisa membuat mu bahagia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

5. Angin

3. Gerimis